Berita TUMA, Highlight, News Update

Transportasi Publik Semakin Canggih, Tapi Apakah Sudah Nyaman?

Dalam dekade terakhir, transportasi publik di Indonesia telah mengalami transformasi besar. Dari moda tradisional, seperti angkot, becak, dan bus kota biasa, kini kita melihat kemunculan moda transportasi massal modern: MRT, LRT, Commuter Line yang diperbaharui, bus listrik, dan integrasi antar moda yang lebih baik. Pemerintah dan otoritas transportasi terus mendorong inovasi agar mobilitas masyarakat menjadi…

Dalam dekade terakhir, transportasi publik di Indonesia telah mengalami transformasi besar. Dari moda tradisional, seperti angkot, becak, dan bus kota biasa, kini kita melihat kemunculan moda transportasi massal modern: MRT, LRT, Commuter Line yang diperbaharui, bus listrik, dan integrasi antar moda yang lebih baik. Pemerintah dan otoritas transportasi terus mendorong inovasi agar mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat, aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Tapi ada pertanyaan penting yang muncul: apakah kemajuan teknologi dan fisik yang terjadi ini sudah diterjemahkan menjadi kenyamanan nyata bagi masyarakat pengguna? Artikel ini menyelami sejauh mana kemajuan sudah dirasakan sebagai kenyamanan, serta tantangan yang masih harus diatasi.

Perkembangan Transportasi Publik di Indonesia: Seberapa Canggih?

Sebelum membahas kenyamanan, penting untuk melihat ringkasan kemajuan transportasi publik di Indonesia:

  1. Transportasi Massal
    Pemerintah telah mengembangkan moda transportasi massal di kota-kota besar. MRT dan LRT mulai beroperasi di Jakarta, Palembang, dan di beberapa kota lain sedang direncanakan. Commuter Line juga terus ditingkatkan.
  2. Infrastruktur dan Revitalisasi Terminal / Bandara / Pelabuhan
    Selain moda massal, terdapat pembangunan dan rehabilitasi terminal tipe A, bandara, pelabuhan, serta perbaikan jalan dan rute angkutan umum. Tujuannya: mendukung mobilitas antarkota dan di dalam kota.
  3. Integrasi Antar Moda dan Antarraja
    Salah satu fokus utama adalah integrasi fisik dan operasional moda transportasi: menghubungkan armada bus kota dengan stasiun kereta, integrasi tarif, integrasi informasi, serta pengembangan feeder / first-mile & last-mile.
  4. Penggunaan Teknologi & Digitalisasi
    Pengembangan aplikasi mobile, sistem informasi rute dan jadwal, ticketing elektronik, serta transportasi aktif di kota baru seperti IKN yang dirancang dengan key performance indicators (KPI) agar sebagian besar pergerakan menggunakan transportasi umum dalam jangka waktu yang singkat dan mudah diakses.

Apa Itu Kenyamanan dalam Transportasi Publik?

Kenyamanan transportasi publik tidak hanya soal kecepatan atau banyak moda canggih, tapi mencakup berbagai aspek, di antaranya:

  • Kebersihan armada dan fasilitas (kursi, lantai, ventilasi, toilet jika ada).
  • Kepadatan (seberapa padat kendaraan, apakah ada ruang duduk/berdiri yang memadai).
  • Ketepatan jadwal / durasi perjalanan (waktu menunggu, kecepatan perjalanan, konsistensi layanan).
  • Keamanan (termasuk rasa aman wanita, anak-anak, penyandang disabilitas).
  • Biaya / tarif yang terjangkau relatif terhadap pendapatan masyarakat.
  • Kemudahan akses (akses first mile / last mile, integrasi halte/stasiun, kenyamanan naik / turun).
  • Informasi yang jelas dan terkini (jadwal, rute, perubahan layanan).
  • Fasilitas pendukung: AC / pendingin udara, pencahayaan yang baik, ruang bagasi bagi yang membawa barang, fasilitas untuk lansia atau difabel.

Apakah Kenyamanan Sudah Terwujud? Tinjauan di Berbagai Kota

Mari melihat studi kasus dan kondisi nyata di beberapa kota Indonesia — mana yang sudah baik dan mana yang masih butuh perbaikan.

Kota Jakarta dan Jabodetabek

  • Keunggulan:
    • MRT Jakarta dan Commuter Line telah memberikan alternatif yang cepat dan formal bagi pengguna, terutama dibandingkan kemacetan lalu lintas.
    • Integrasi antar moda sedang diperluas: halte-halte feeder bus dan integrasi tiket multi-moda menjadi prioritas.
  • Kekurangan:
    • Pada jam sibuk, kepadatan sangat tinggi, ruang berdiri penuh, ventilasi kurang memadai di sebagian halte atau kereta.
    • Waktu tunggu feeder masih terkadang lama / tidak sinkron dengan jadwal kereta / MRT.
    • Tarif yang masih dianggap tinggi oleh sebagian masyarakat, terutama dengan rute jauh + kombinasi moda.

Kota Menengah dan Luar Jawa

  • Palembang: LRT Palembang disebut-sebut semakin mudah, murah, dan aman, terutama karena tarif terjangkau dan adanya feeder angkutan umum gratis di beberapa koridor.
  • Namun banyak juga kota yang mengalami pengurangan layanan karena keterbatasan anggaran. Misalnya Trans Metro Dewata di Bali dan Biskita di Bogor sempat mengurangi operasi beberapa koridornya.

Kota Baru / IKN

  • Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang agar hampir 80% mobilitas menggunakan transportasi umum aktif dalam radius akses yang pendek (10 menit menuju fasilitas publik), dengan prinsip kenyamanan, keselamatan, efisiensi, ramah lingkungan.
  • Namun pembangunan fisik dan implementasi masih berjalan; kenyamanan nyata akan diuji setelah moda layanan aktif dan masyarakat mulai menggunakan secara rutin.

Tantangan Utama yang Masih Perlu Diatasi

Meskipun banyak kemajuan, kenyamanan transportasi publik belum merata dan masih banyak tantangan yang harus ditangani:

  1. Keterbatasan Anggaran dan Subsidi
    • Pemotongan atau pengurangan anggaran menyebabkan beberapa layanan publik mengalami penghentian atau pengurangan koridor.
    • Pemeliharaan fasilitas, perawatan armada, kebersihan, dan staf keamanan seringkali kurang prioritas ketika anggaran terbatas.
  2. Kepadatan dan Kapasitas Armada yang Terbatas
    • Di kota-kota besar, armada sering tidak cukup untuk mengakomodasi lonjakan pengguna, terutama di jam sibuk sehingga terjadi overcrowding.
    • Penumpang berdiri terlalu lama, suhu dalam kendaraan tidak nyaman, ventilasi buruk, serta akses pintu masuk / keluar sulit.
  3. First Mile / Last Mile Belum Optimal
    • Banyak pengguna yang harus berjalan jauh atau berganti moda sebanyak beberapa kali untuk mencapai halte/stasiun.
    • Akses tidak ramah difabel (tanpa ramp atau lift), trotoar sempit atau rusak.
  4. Ketepatan Waktu & Konsistensi Layanan
    • Meski moda modern seperti MRT / LRT dijanjikan tepat waktu, faktor eksternal seperti kemacetan feeder, penundaan operasional / gangguan teknis tetap memengaruhi.
    • Jadwal tidak selalu dipatuhi, terutama di moda bus dan angkutan umum kota kecil.
  5. Keamanan & Kenyamanan Non-Fisik
    • Rasa aman masih menjadi kekhawatiran: keamanan di halte, stasiun, terutama malam hari atau area terang / gelap.
    • Kebersihan: lantai, toilet (jika ada), sampah, bau, bahkan hewan/vektor seperti tikus atau serangga di beberapa halte atau bus.
  6. Keterjangkauan Tarif
    • Tarif moda terkini kadang dianggap mahal oleh sebagian masyarakat, terutama untuk kombinasi rute panjang + penggunaan beberapa moda.
    • Subsidi kadang tidak merata atau ada disparitas antar kota/kabupaten.
  7. Informasi & Integrasi Teknologi
    • Pengguna menginginkan aplikasi / sistem informasi yang real-time: status kedatangan kendaraan, kepadatan, rute alternatif.
    • Teknologi digital terkadang ada, tapi update atau keandalan sistem masih kurang, terutama di kota kecil.

Apa yang Sudah Dilakukan Pemerintah & Sektor Swasta

Berbagai kebijakan dan inovasi sudah mulai diterapkan untuk menjawab tantangan kenyamanan:

  • Integrasi tarif dan moda di beberapa kawasan metropolitan.
  • Program feeder angkutan umum, terutama untuk menghubungkan permukiman ke stasiun/stasiun transportasi utama.
  • Pengembangan transportasi massal ramah lingkungan: bus listrik, elektrifikasi moda transportasi, moda aktif.
  • Pembangunan infrastruktur baru seperti MRT tambahan, LRT, double-track di jalur kereta api.
  • Penyusunan regulasi dan perencanaan transportasi kota yang lebih memperhatikan first/last mile, aksesibilitas, dan inklusivitas.

Studi Perbandingan: Kenyamanan di Negara Lain

Untuk melihat sejauh mana kenyamanan bisa dicapai, ada baiknya membandingkan dengan negara-negara lain yang lebih dulu mengimplementasikan sistem transportasi publik unggul:

  • Singapura: moda publik terintegrasi sangat baik, teknologi real-time, frekuensi tinggi, kebersihan dan keselamatan menjadi prioritas tinggi.
  • Tokyo (Jepang): presisi waktu, keamanan, fasilitas penunjang (tandas, papan informasi multibahasa, layanan bagi penyandang disabilitas) sangat lengkap.
  • Kota-kota besar di Eropa (Paris, London, Berlin): kombinasi bus, trem, kereta bawah tanah dengan integrasi transit, tarif yang bisa fleksibel, subsidi, dan kenyamanan fasilitas publik.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa aspek teknologi dan moda fisik bisa relatif cepat diadopsi; namun kenyamanan spesifik tergantung pada detail operasional dan aspek non-teknis: kebersihan, pemeliharaan, budaya penggunaan, desain stasiun/halte, dan perhatian terhadap grup rentan seperti lansia, difabel, wanita, anak-anak.

Apakah Kemajuan Teknologi Otomatis Menjamin Kenyamanan?

Tidak selalu. Ada beberapa contoh di mana teknologi canggih sudah hadir tetapi kenyamanan belum optimal:

  • MRT / LRT / KRL yang menggunakan sistem pendingin udara atau AC tetapi pada jam sibuk hampir tidak berfungsi maksimal karena kepadatan dan ventilasi yang terbatas.
  • Aplikasi peta & jadwal yang ada tetapi update-nya kadang terlambat atau tidak akurat, sehingga pengguna tetap mengalami kejutan ketika bus / kereta terlambat atau membatalkan perjalanan.
  • Fasilitas modern di halte / stasiun tetapi tidak didukung dengan akses jalan, trotoar, rambu yang baik sehingga akses ke halte sulit.

Rekomendasi untuk Meningkatkan Kenyamanan Transportasi Publik

Agar kenyamanan publik bisa menjadi nyata dan menyeluruh, berikut langkah-langkah penting yang bisa dilakukan:

  1. Peningkatan Armada dan Kapasitas Operasional
    • Tambah jumlah kendaraan terutama di jam sibuk.
    • Pemeliharaan rutin agar kendaraan tetap bersih, AC/pendingin udara berfungsi, kursi nyaman.
  2. Integrasi First Mile dan Last Mile
    • Perlu layanan feeder yang reliable dan sering.
    • Trotoar yang aman, ramp, lift untuk akses difabel.
    • Penyediaan shelter halte yang nyaman, terang, informatif.
  3. Tarif yang Adil + Subsidi Tepat Sasaran
    • Evaluasi tarif agar tidak memberatkan masyarakat berpendapatan rendah.
    • Subsidi harus mencakup operasional, pemeliharaan, keamanan sehingga layanan tidak dikompromikan.
  4. Peningkatan Pelayanan Non-Fisik
    • Keamanan petugas yang cukup, pemantauan CCTV, penerangan yang memadai.
    • Kebersihan halte/stasiun/angkutan umum.
    • Informasi real-time yang akurat tentang jadwal, kepadatan, gangguan.
  5. Desain Infrastruktur yang Ramah Pengguna
    • Desain halte/stasiun yang nyaman: kursi, ventilasi, pencahayaan, tata ruang pencahayaan alami jika memungkinkan.
    • Fasilitas tambahan seperti tempat sampah, akses toilet bila relevan.
  6. Keterlibatan Publik & Feedback
    • Survei kepuasan pengguna secara rutin.
    • Adopsi saran dan kritik publik dalam perencanaan.
    • Edukasi masyarakat tentang penggunaan moda umum agar saling menghargai (misalnya, antrian, penggunaan ruang duduk, kebersihan).
  7. Pemanfaatan Teknologi dengan Kualitas
    • Aplikasi transportasi dan informasi waktu nyata (real-time) yang terus diperbarui.
    • Ticketing digital & sistem pembayaran non-tunai / terintegrasi antar moda.
    • Pemantauan suhu, ventilasi, kepadatan penumpang (sensor) agar penumpang bisa memilih waktu / moda yang paling nyaman.

Kesimpulan

Transportasi publik di Indonesia semakin canggih: moda baru terus bermunculan, infrastruktur ditingkatkan, integrasi antar moda dan digitalisasi makin diterapkan, dan banyak kota mulai merasakan manfaatnya. Namun kenyamanan sebagai unsur penting dari pengalaman pengguna tidak selalu sejalan dengan kemajuan teknologi dan fisik.

Kenyamanan bukanlah satu hal yang datang otomatis ketika moda modern hadir, melainkan hasil dari detail operasional yang baik, perawatan yang konsisten, desain yang tepat, harga yang adil, dan perhatian terhadap akses & pengalaman pengguna dalam keseluruhan proses perjalanan — dari rumah ke halte / stasiun, transit, sampai titik tujuan.

Agar transportasi publik benar-benar bisa menjadi pilihan utama masyarakat, tidak hanya pada aspek canggih saja, tetapi juga nyaman, aman, dan dapat diandalkan, maka stakeholder — pemerintah pusat & daerah, operator moda, masyarakat pengguna — harus bekerja sama secara sistematik dan konsisten.

Panggilan Aksi

Untuk Anda sebagai pengguna, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Berikan masukan kepada penyedia layanan melalui aplikasi resmi / media sosial.
  • Gunakan moda transportasi umum secara aktif agar permintaan tumbuh, sehingga pembangunan & layanan bisa ditingkatkan lebih lanjut.
  • Terlibat dalam komunitas diskusi publik terkait transportasi kota Anda untuk memperjuangkan kenyamanan & aksesibilitas.

Untuk pemerintah & operator:

  • Fokus pada detail kenyamanan — jangan cukup dengan “inovasi” tetapi perhatikan implementasinya.
  • Alokasikan anggaran tidak hanya untuk pembangunan baru tetapi juga pemeliharaan.
  • Pastikan kebijakan dan operasional mendukung semua warga, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus

Source : kemenhub, greennetworks, antaranews, koranjakarta, Kompas

Siap Bermitra?

Wujudkan Talenta Unggul Bersama Jasa Outsourcing Terpercaya!

Kami berkomitmen menghadirkan talenta berkualitas dengan perpaduan hard skill dan soft skill terbaik, demi mendukung kinerja dan pertumbuhan bisnis Anda.

Hubungi Kami